Ya hari-hari menjelang akhir suatu era yang namanya koran. Koran cetak. Saya menyaksikan perubahan ini. Pos Kupang cetak dengan komposisi 8 halaman saja, dari sebelumnya 12 halaman.
Kami mulai terbit dengan 8 halaman hari Selasa 28 Mei 2024. Senin malam, 27 Mei yang sedikit berangin, saya menyaksikan produksi koran yang sedemikian tipis ini.
Entah dia bertahan sampai kapan hingga benar-benar berhenti seperti Majalah Intisari terhitung mulai 2 Juni 2024.
Keputusan pahit ini sesuai arahan pemimpin Tribun Network dalam rapat di Jakarta, Senin 6 Mei 2024.
Cetak tak mungkin terus bertahan di tengah anjloknya pendapatan Pos Kupang. Saatnya beralih ke digital. Berat tapi badai ini harus dilalui.
Saya masih yakin pers tak pernah mati. Yang berakhir hanyalah saluran yang akan terus berubah selaras zaman.
Fatululi, 27 Mei 2024
Malam yang berangin
Dion DB Putra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar