![]() |
| Stephie Kleden-Beetz |
Oleh: Stephie Kleden-Beetz
LAMBANG adalah sebuah bahasa, bahasa tertua manusia. Sampai sekarang di abad computer ini pun kita hidup dalam “lautan” lambang. Sebuah lukisan, entah itu bintang, garuda, beringin, perahu, atau apapun saja, baru menjadi lambang bila di dalamnya terkandung sesuatu yang lebih dari pada yang hanya terlihat oleh mata. C. G. Jung, psikiater (1875-1961) berkata: “Lambang memiliki aspek yang tak sadar yang mustahil dapat diterangkan atau diberi definisi setepatnya”. Pun : “Musik adalah juga Bahasa yang dipahami siapa saja”.
George Bernard Shaw, (1856-1950) dramawan Irlandia dan juga pemenang hadiah Nobel Kesusasteraan, tahun 1926, pernah berkunjung ke rumah seorang yang sangat kaya. Si tuan rumah bertanya, apa kesan tamunya tentang barang-barang antik yang mahal. Shaw menjawab: “Saya merasa seperti berada di museum, yang paling penting tidak terdapat di sini.” Orang kaya itu terkejut, lalu spontan bertanya: Apa? “Buku”, jawab Shaw.
