Tampilkan postingan dengan label Tony Kleden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tony Kleden. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2021

Pangan dan Hukum SPITZ


Oleh Tony Kleden

SALAH satu bencana kelaparan terparah di Eropa terjadi pada tahun 1846 - 1850 di Irlandia. Ladang kentang yang merupakan makanan pokok warga gagal panen akibat hama. Kejadian itu jelas merupakan bencana alam. Tetapi kematian sekitar 2 juta orang akibat kelaparan itu jelas bukan sekadar bencana alam.

Selama bencana kelaparan itu, sebenarnya ada cukup makanan untuk memberi makan dua kali jumlah penduduk yang berjumlah 8 juta orang. Tetapi ekspor besar-besaran bahan makanan mulai dari gandum, oat, barley (jenis gandum yang dipakai untuk membuat bir), ternak, telur dan mentega berlangsung terus. Gandum dan barley dianggap sebagai hasil bumi perdagangan dan hanya ditanam untuk ekspor. Petani Irlandia tidak pernah memakannya karena mereka hanya bekerja untuk tuan tanah.


Sampai sekarang, di negara-negara berkembang pun para petani masih juga belum beruntung nasibnya. Sungguh sangat ironis, para petani yang adalah penghasil pangan manusia adalah kelompok pertama yang menderita kelaparan. Tentu banyak sebab dan alasan mengapa kaum petani dalam sejarahnya selalu berada pada posisi kurang beruntung, meski -- sekali lagi-- mereka adalah produsen pangan dunia. Kelaparan, gizi buruk, gizi kurang, nyatanya, lebih banyak menimpa para petani.

Selasa, 17 Februari 2015

Efek Tuan Rumah HPN bagi Nusa Tenggara Timur

Oleh Tony Kleden
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Provinsi NTT, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Kabar NTT

UNTUK apa  menjadi tuan rumah suatu even? Atau apa untungnya menjadi tuan rumah suatu hajatan, apalagi hajatan skala besar?

Data-data memperlihatkan begitu banyak untung yang bisa diraih  suatu daerah atau negara ketika menjadi tuan rumah sebuah even. Pada Piala Dunia Sepakbola, misalnya,  banyak negara berlomba-lomba menjadi tuan rumah, meski disadari begitu banyak uang yang harus digelontorkan menyiapkan banyak fasilitas untuk menjadi tuan rumah.

Brasil mengeluarkan dana sekitar 200 triliun rupiah memperbaiki dan membangun fasilitas penunjang ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola 2014. Afrika Selatan harus menghabiskan 28 miliar rand  (1 rand = 1.100 rupiah) ketika tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Dana sangat banyak dibutuhkan untuk menyiapkan berbagai fasilitas  yang perlu untuk mendukung sebagai tuan rumah.

Senin, 16 Juli 2012

Harian Pos Kupang Digugat Mantan Karyawannya


Senin, 16 Juli 2012 | 10:26
Ilutrasi Harian Pos Kupang [kompas] Ilutrasi Harian Pos Kupang [kompas]   

Berita Terkait

    Harian Pos Kupang Digugat Rp 6,9 Miliar

[KUPANG] Manajemen Harian umum Pos Kupang, koran harian pertama yang terbit di Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berurusan dengan hukum. Tony Kleden, salah seorang wartawan yang 16 tahun bekerja di harian di bawah Kompas Gramedia Grup itu dengan jabatan terakhir sebagai redaktur pelaksana, menyeret manajemen harian ini ke Pengadilan  Hubungan Industrial Kupang karena tidak membayar pesangon setelah harian ini memberhentikannya. 

Sengketa perusahaan dan pekerja ini mulai disidangkan Senin (16/7) hari ini. Kepada wartawan di Kupang, Senin (16/7) pagi, Tony menjelaskan, dengan terpaksa harus menyeret manajemen Pos Kupang ke Pengadilan Hubungan Industrial karena anjuran mediator dari Dinas Tenaga Kerja Kota Kupang, tidak dipenuhi oleh Pos Kupang. Manajemen Pos Kupang bersikeras memberhentikannya tetapi tidak mau membayar pesangon sebagai hak pekerja  sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tenaga Kerja.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...