Rabu, 29 Juni 2016

Jagung Titi Flotim Menembus Dunia


Oleh Martin Lau

FLORES Timur (Flotim) telah lama identik dengan jagung titi. Penganan dari jagung ini telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Di daerah-daerah pedalaman, anak-anak sekolah saban pagi mengalas perutnya dengan jagung titi. Anak-anak di kawasan pesisir pantai, memilih sarapan pagi jagung titi dengan lauk ikan. Dan, banyak warga Flotim meraih gelar sarjana berkat jagung titi.

Lama sebelum menjadi program pemerintah propinsi saat ini, warga Flotim telah mengenal jagung. Mereka kenal jagung. Mereka tanam jagung. Mereka hidup dari jagung. Masuk akal, karena alam dan cuaca Flotim cocok dengan tanaman ini. Di saat warga di daerah lain, mulai beralih pola makannya dengan meninggalkan pangan lokal, jagung titi tetap ada di hati masyarakat Flotim. 

Ketua Dewan Pers: Hati-hati Memilih Nara Sumber


Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (kiri)
KUPANG, PK-- Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan, media harus berhati-hati  dalam memilih nara sumber (pengamat) dalam membahas satu masalah yang diwartakan dalam media baik itu televisi maupun surat kabar.

Demikian Yosep Adi Prasetyo saat dialog antara Tim Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jajaran redaksi Harian Pagi Pos Kupang, Rabu (15/06/2016). Pertemuan itu difasilitasi Ketua Bidang Pemberdayaan Media Massa, Hubungan Masyarakat dan Sosialisasi, Simon Petrus Nilli, SP.

Menurut Prasetyo yang biasa disapa Stenly,  kehadiran pengamat dalam mengulas satu masalah, harus memiliki kompetensi dibidangnya agar tidak salah melakukan kesalahan analisis terhadap peristiwa yang terjadi.

Pentingnya Pedoman Meliput Soal Terorisme


Dion DB Putra (kiri)
KUPANG, PK--Posisi NTT sebagai propinsi kepulauan dan berbatasan dengan dua negara menjadi daerah rentan masuknya teroris dan faham radikal. Untuk itu, perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman teroris dan faham radikal yang akan masuk ke NTT.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyampaikan hal itu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda NTT, Yohana Lisapally saat membuka diseminasi pedoman peliputan terorisme, di Hotel Neo Kupang, Kamis (16 /6/2016) pagi.

Desiminasi digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme NTT diikuti pimpinan media di NTT, wartawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan tokoh pemuda.

Mencegah Gizi Buruk


KABAR kurang menyenangkan datang dari  Maumere, Kabupaten Sikka. Tiga orang anak usia di bawah lima tahun (balita)  di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok terdeteksi menderita gizi buruk. Ketiga balita tersebut masing- masing Yuliana Oktavia Kansabria (3), Brian Meti (2) dan Alda (1).

"Dari mereka bertiga itu  ada yang kurang asupan susu dan perhatian dari orangtua. Ada juga yang terkontaminasi penyakit batu pilek sehingga terkena gizi buruk," kata Rosa Mistika, kader Posyandu  Kampung Garam.

Kita sebut kabar kurang menyenangkan karena gizi buruk toh masih saja terjadi di  daerah ini. Bahkan kabar gizi buruk  seolah sudah identik dengan wajah manusia Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga orang menganggapnya sebagai masalah biasa. Bukan sesuatu yang patut dicemaskan lagi.

Memperdagangkan Sesama


ilustrasi
KEPALA Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Tato Tirang kiranya tidak mengada-ngada ketika dia  menangis melihat  warga Nusa Tenggara Timur (NTT)  tega memperdagangkan sesamanya untuk dikirim ke luar negeri sebagai tenaga kerja. "Saya menangis melihat orang NTT diperdagangkan. Lebih miris lagi yang memperdagangkan itu adalah orang NTT juga," ungkap Tato seperti dikutip harian ini.

Tato juga prihatin karena para pelaku sebenarnya bukan orang baru. Mereka merupakan pemain lama yang sudah masuk catatan aparat penegak hukum. Tetapi mereka masih bebas berkeliaran. Mereka seolah kebal hukum. "Pelaku adalah orang lama. Kami heran orangnya sudah disebutkan tapi kok tidak disentuh aparat?" demikian Tato Tirang.

NTT darurat trafficking itu sudah berulangkali kita suarakan, kita tulis dan ulas secara mendalam. Namun, masih saja bergulir marak di luar sana karena penegakan hukum cuma jalan di tempat. Begitu sunyi kabar tentang proses hukum orang-orang yang diduga terlibat jaringan perdagangan orang. Yang paling riuh di sini hanyalah penahanan atau penangkapan TKI ilegal yang hendak berangkat ke manca negara.

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...