Oleh Martin Lau
FLORES Timur
(Flotim) telah lama identik dengan jagung titi. Penganan dari jagung
ini telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Di daerah-daerah
pedalaman, anak-anak sekolah saban pagi mengalas perutnya dengan jagung
titi. Anak-anak di kawasan pesisir pantai, memilih sarapan pagi jagung
titi dengan lauk ikan. Dan, banyak warga Flotim meraih gelar sarjana
berkat jagung titi.
Lama sebelum menjadi program pemerintah propinsi saat ini, warga Flotim
telah mengenal jagung. Mereka kenal jagung. Mereka tanam jagung. Mereka
hidup dari jagung. Masuk akal, karena alam dan cuaca Flotim cocok
dengan tanaman ini. Di saat warga di daerah lain, mulai beralih pola
makannya dengan meninggalkan pangan lokal, jagung titi tetap ada di hati
masyarakat Flotim.



