Rabu, 14 Desember 2016

Fernandez dalam Kenangan Herman Musakabe


Musakabe (kedua dari kiri), Fernandez (ketiga dari kiri)
KUPANG, PK--Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrik Fernandez, yang meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2014) dalam usia 81 tahun 10 bulan, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darma Loka-Kupang, Selasa (9/9/2014).

Pemakaman dr.Hendrik Fernandez diawali  misa requiem pukul 10.00 Wita di rumah duka di Jalan WR Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang. Misa dipimpin Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Romo Geradus Duka, Pr, didampingi imam konselebran lainnya.

Misa diikuti sekitar 800 orang, termasuk pejabat Pemerintah Provinsi NTT. Hadir  Gubernur NTT periode 1993-1998, Herman Musakabe;  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya; Sekda NTT, Frans Salem; Wakil Walikota Kupang, Herman Man; Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Yuliarto, dan beberapa pajabat lainnya.

Ingat Fernandez, Ingat Gempar dan Gerbades


Hendrik Fernandez
TATKALA Flobamora dipimpin Gubernur El Tari, rakyat dipacu untuk selalu melakukan penanaman. Saat itu terkenal semboyan, "Tanam... tanam sekali lagi tanam". Waktu terus bergulir. Ketika 'Kapal NTT' dinakhodai Ben Mboy, muncul Program Operasi Nusa Hijau (ONH) yang dilakukan serentak dengan Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa Sehat (ONS).

Program apa yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez? Lima tahun memimpin NTT, 1998-1993, Hendrik Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerah ini. Para petani diwajibkan menanam sejuta anakan jambu mete dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Para petani NTT kemudian menikmati hasil dari menanam jambu mete tersebut lewat program Gempar yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez.

Fernandez merasa kurang puas jika membiarkan para petani mengolah lahannya sendiri tanpa adanya pendampingan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan hasil produksi petani. Ia kemudian mengirim para sarjana ke desa-desa untuk membantu para petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya lewat program Gerakan Membangun Desa (Gerbades).

In Memoriam Dokter Hendrik Fernandez


Fernandez bersama Paus Yohanes Paulus II (1989)
KUPANG, PK--Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrik Fernandez, tutup usia. Pria kelahiran Weetabula, Sumba Barat Daya (SDB), 7 November 1932 ini meninggal dunia di Rumah Sakit Kartini Kupang, Sabtu (6/9/2014) siang.  Mantan Gubernur NTT itu meninggal dalam usia mendekati 82 tahun atau tepatnya 81 tahun 10 bulan.
Jenazah mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kesehatan NTT itu, dibawa dari Rumah Sakit (RS) Kartini Kupang ke rumah duka di Jalan WR Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang, sekitar pukul 14.20 Wita.

Saat jenazah Hendrik tiba di rumah disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Beberapa dokter dan pejabat pemerintah ikut mengantar jenazah almarhum dari RS Kartini ke rumah duka.

Hendrik Fernandez Dimakamkan di Darma Loka


dr Hendrik Fernandez
Gubernur NTT periode 1988-1993, dr. Hendrikus Fernandez, akan dimakamkan hari Selasa (9/9/2014) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Darma Loka, Kupang.   Prosesi pemakaman diawali misa requiem di Gereja Santa Maria Assumpta, Selasa (9/9/2014), pukul 09.00 Wita.

Anak kandung almarhum Hendrik Fernandez, yaitu dr. Andreas Fernandez,  ditemui di rumah duka di Jalan Wolter Mongonsidi II No. 3 Kota Kupang, Minggu (7/9/2014), mengatakan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, bersama Ibu Lusia Adinda Lebu Raya, ketika melayat menyampaikan niat baik Pemerintah Provinsi  NTT memakamkan almarhum dr. Hendrik Fernandez,  di TMP Darma Loka.

"Kami keluarga  berterimah kasih atas niat baik dari Pemprop NTT. Keluarga besar sudah sepakat untuk memakamkan almarhum dr. Hendrik Fernandez  di TMP Darma Loka. Semua persiapan pemakaman sudah beres, dan kami masih menunggu keluarga besar dari Larantuka yang akan tiba di Kupang, Senin (8/9/2014) menggunakan kapal feri," ujar Andreas, dokter penyakit dalam di RSU WZ Johannes Kupang itu.

Piet Tallo: Tidak Ada yang Kebetulan di Bawah Kolong Langit

Piet A Tallo
TIDAK ada yang kebetulan di bawah kolong langit. Semuanya sudah dalam rencana Tuhan. Itulah salah satu ungkapan khas yang selalu diucapkan oleh Piet Alexander Tallo, S.H, dalam banyak kesempatan ketika memimpin NTT selama dua periode. Kini, Gubernur NTT periode 1998-2008, itu telah tiada. Bupati TTS dua periode itu telah menghadap Sang Khalik pada Sabtu (25/4/2009) malam di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Piet Tallo menjadi Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) 1983-1988. Selama lima tahun memimpin TTS, rakyat setempat masih mencintainya sehingga melalui DPRD setempat dipilih kembali menjadi Bupati TTS untuk periode 1988-1993. Ketika memimpin TTS 1983 - 1993, Piet Tallo menjadi sangat populer tatkala ia mencetuskan Program Cinta Tanah Air. 

Di daerah yang terkenal sebagai penghasil kayu cendana di NTT itu, kepopuleran Piet Tallo muncul ketika ia memberi makan lumpur kepada rakyat yang malas bekerja dan tidak mau mengolah lahan untuk bercocok tanam. 

Ternyata program ini tidak serta merta diterima oleh masyarakat. Piet Tallo dikecam dan dihujat habis-habisan karena memberi makan lumpur kepada rakyatnya. Namun, dengan tenang Piet Tallo menampik hujatan itu dengan menyebutnya sebagai "lumpur kasih sayang kepada rakyat TTS".

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...