Kamis, 20 Juni 2024

Senja di Tanjung Bastian

Lembayung senja di Tanjung Bastian, Selasa 11 Juni 2024 mengusir letih perjalanan kami yang panjang dari Kota Kupang. Saya bersama dua rekan kerja yaitu Paul Kopong Burin dan Kristanto Bisilisin.

Kira-kira 20 menit kami menepi di sisi jalan yang lengang, menikmati sang raja siang kembali ke peraduannya sambil menebarkan rona merah jingga.

Kutengok ke sisi kanan. Sepasang remaja tak ketinggalan melepas hari mereka.

Semua orang kiranya menyukai senja yang selalu terasa lekas berlalu dengan keindahan lama membekas. 

Senin, 17 Juni 2024

Hari-hari Menjelang Akhir


 Ya hari-hari menjelang akhir suatu era yang namanya koran. Koran cetak. Saya menyaksikan perubahan ini. Pos Kupang cetak dengan komposisi 8 halaman saja, dari sebelumnya 12 halaman.

Kami mulai terbit dengan 8 halaman hari Selasa 28 Mei 2024. Senin malam, 27 Mei yang sedikit berangin, saya menyaksikan produksi koran yang sedemikian tipis ini.

Entah dia bertahan sampai kapan hingga benar-benar berhenti seperti Majalah Intisari terhitung mulai 2 Juni 2024.

Keputusan pahit ini sesuai arahan pemimpin Tribun Network dalam rapat di Jakarta, Senin 6 Mei 2024.

Cetak tak mungkin terus bertahan di tengah anjloknya pendapatan Pos Kupang. Saatnya beralih ke digital. Berat tapi badai ini harus dilalui.

Senin, 03 Juni 2024

Selamat Jalan, Lawo!

Niko Frans

Oleh Dion DB Putra

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia alias GMNI yang kini mekar berbiak indah di persada Flobamora patut berterima kasih kepada duet ini. Duet Dua Frans.

Frans Lebu Raya dan Niko Frans. Pasangan Adonara-Nita. Frans Lebu Raya terlahir sebagai anak Adonara, Kabupaten Flores Timur. Niko Frans lahir di Nita, Kabupaten Sikka. Nita adalah tempat bermukim dua seminari tinggi terkemuka dunia, Ledalero dan Ritapiret.

Saya bersyukur menjadi akivis mahasiswa pada periode yang hampir sama dengan duet Dua Frans, meski mereka berdua lebih senior dari sisi usia.

Sebagai aktivis,  duet Dua Frans sangat aktif pada periode 1989-1996. Mereka merintis dan memimpin organisasi GMNI yang kemudian berjaya sampai hari ini.  

Pada periode yang sama (1989-1993) saya bergumul diri di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius. 

Roke Goma


"Mulai polusi bunyi jelang komuni pertama. Malam ini roke goma." Demikian status kolegaku di akun Facebooknya pada Sabtu malam 1 Juni 2024.

Dia anak Ende Lio yang sedang pulang kampung. Saya menduga dia memenuhi undangan dari keluarga yang anaknya menerima komuni suci pertama pada hari Minggu 2 Juni 2024.

Dalam kalender liturgi Gereja Katolik Roma, 2 Juni 2024 merupakan hari raya Tubuh dan Darah Kristus. 

Lazim dalam tradisi Katolik pada hari raya tersebut anak-anak usia SD menerima komuni pertama. Perdana mereka menerima tubuh dan darah Kristus atau sambut baru. Hal tersebut hampir pasti terjadi di semua keuskupan di dunia termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Jumat, 31 Mei 2024

Paulus Budi Kleden The Smiling Monsignor

Catatan ringan seorang sahabat, Wilfrid Babun SVD 

 Saya beruntung gabung bersama dalam satu angkatan dengan Pater Paulus Budi Kleden. Angkatan 87. Kami akrab memanggilnya “No Budi”. Ada juga yang bilang, “ No Poce”. Tiga 

Paulus Ada tiga orang frater dengan nama sama. Mereka: Paulus Budi Kleden, Paulus Tolo Djogo dan Paulus Rahmat.

 Yang pertama dari Waibalun Flores Timur. Yang kedua, dari Nagekeo Flores Tengah, dan yang terakhir dari Manggarai Flores Barat. 

 Ketiganya, produk tiga seminari ternama di Flores. Ada St. Dominggo Hokeng, Seminari Toda Belu Mataloko dan Seminari Pius XII Kisol. Ketiga seminari ini dari dulu menjadi ikon Pendidikan konteks Flores.

 Ketiga Paulus  juga dapat menjadi representasi aroma kualitas Lembaga Pendidikan calon imam. Tidak sampai di sini. Ketika menjadi imam ketiganya juga berkibar; Pater Paulus Budi Kleden, Superior General SVD sedunia;  Pater Paulus Tolo Djogo SVD, sebagai Provinsial SVD Ruteng dan Pater Paulus Rahmat, orang penting di Vivat Internasional Amerika Serikat. 

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...