Kamis, 27 April 2017

Masyarakat Agar Hati-hati Terhadap Tawaran Cincin Rp 1 Miliar

POS KUPANG.COM - Pemimpin Cabang BRI Kupang, Kusdinar Wiraputra meminta masyarakat di Kota Maumere dan daerah lain harus berhati-hati terhadap berbagai aktivitas orang perorang atau lembaga yang melakukan investasi.

Masyarakat patut melihat apakah usaha ini memiliki legalitas perizinan dari koperasi atau  lembaga keuangan.  "Kalau perusahaan itu punya track record yang baik dan punya usaha yang jelas tak soal. Tapi, mendengar penjelasan dan informasi di media massa, saya khawatir," kata Kusdinar, ketika ditemui  di Kantor BRI Cabang Kupang seusai penyerahan mobil hadiah undian Simpedes kepada nasabah Eklon Amtiran, Rabu (26/4/2017).

Kusdinar mengatakan, kalau keuntungan  terlampau  tinggi patut dicurigai. Sebab, informasi di media massa menyebutkan bahwa nasabah menyerahkan dana Rp 550 ribu untuk mendapatkan cincin seharga  Rp 1 miliar. Dengan cincin itu nasabah boleh meminjam uang di bank, salah satunya BRI.

Kusdinar menyatakan, jika nasabah hendak meminjam uang,  BRI tetap  melihat usaha yang  dijalankan dan bukan nilai agunan berupa cincin emas itu. Nilai agunan, tegasnya,  merupakan salah satu  faktor penilai BRI. 

Penipuan dengan kasus iming-iming  mendapatkan banyak bonus semestinya diwaspadai  warga dan harus lebih selektif memilih lembaga investasi.

"Komnas PAN kumpulkan dana dengan janji mendapatkan sertifikat dan cicin seharga  Rp 1 miliar,  mestinya dikonfirmasi dengan Otoritas  Jasa Keuangan (OJK).  Pemda Sikka juga lebih respons, terutama izin  melakukan  penghimpunan dana," kata  anggota  DPRD  Sikka, Stef Sumandi, Rabu (26/4/2017).

Menurut  Stef,  semua jenis  usaha  yang ada  di daerah wajib diketahui pemerintah daerah setempat. Ia  menyarankan Pemerintah Kabupaten berkoodinasi dengan OJK supaya menyelamatkan warga negara di  daerah ini.

"Saya tidak  tahu  cincin  dari jenis logam mulia mana? Kalau  dari emas, saat ini harga  rata-rata  Rp 589.000/gram. Kalau  cincin seharga Rp 1 milar  diperkirakan mendekati   dua kilogram  emas dipakai dijari. Bagaimana mungkin emas  dua kilogram dipakai dijari. Tidak  rasional," kata politis  PDIP Sikka ini.

Anggota  DPRD Sikka lainnya, Alfonsus  Ambrosius mengkhawatirkan iming-iming uang dan cincin  kelak mendatangkan malapetaka  bagi  warga anggota Komnas PAN.
Oni, sapaan  Ambrosius mengaku menerima pengeluhan warga yang  telah menyetor  uangnya. "Mereka sepertinya termakan janji. Ada yang pinjaman uang hanya karena ingin jadi anggota. Kalau  nanti tidak dapat apa-apa,kasihan warga ini," kata Oni.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia  (TPDI)   Wilayah NTT, Meridian  Dewanta Dado, S.H, menyarankan  masyarakat NTT waspada apabila menerima tawaran investasi atau penghimpunan dana dalam bentuk apapun seperti di Koperasi Mitra Tiara, dan  Wein Group.

"Produk investasi atau penghimpunan dana publik yang bercirikan imbal hasilnya di luar batas kewajaran dalam waktu singkat, harus diwaspadai," tegas Dado.

Menurut  Dado, mengutamakan perekrutan anggota, tidak dijelaskan bagaimana cara mengelola investasinya, usaha atau produk turunan, kepatutan di sektor investasi keuangan,  struktur kepengurusan, struktur kepemilikan, akan menyerupai money game dan skema ponzi. Keadaan   ini, kata Dado, menyebabkan kegagalan mengembalikan dana masyarakat yang diinvestasikan. Bila barang, lanjutnya, maka kualitas barang tidak sebanding dengan harganya dan bonus dibayar hanya bila ada perekrutan.

Dado mengatakan, ciri-ciri investasi atau penghimpunan dana publik model seperti itulah yang berujung pada investasi bodong yang justru merugikan masyarakat.

"Kita minta masyarakat memastikan bahwa lembaga atau badan hukum yang melakukan penawaran investasi atau penghimpunan dana publik harus telah memiliki izin sesuai dengan peruntukannya dari salah satu lembaga yang berwenang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan atau dari Bank Indonesia (BI), serta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) dan Kementerian Perdagangan atau Kementerian Koperasi. (pol/ius)

Sumber: Pos Kupang 27 April 2017 hal 1

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...