![]() |
| Jakarta 18 Septermber 2019 |
Dua menit kemudian beliau mengirim pesan balasan lewat WA. Saya tersenyum membaca isinya. “Oh, Terima kasih banyak Om” jawabku. Hanya begitu. Mau menambahkan lagi, tapi saya kok seolah kehilangan kata-kata. Yah sudah, Om Herman pasti memahami, kataku membatin!
Beri surprise. Begitulah gaya khas Om Herman Darmo. Perhatiannya tak pernah surut kepada kami anak buahnya. Bukan semata soal materi, tapi sentuhan kasih kemanusiaan itu yang tak ternilai.
Bagi saya beliau itu tidak sekadar seorang pemimpin dalam garis hirarkis pekerjaan dan perusahaan yang kaku. Beliau adalah juga orang tua, guru dan pendidik yang membimbing dan mengayomi.




