Jumat, 20 April 2018

Langkah Manis Yulius Mauloko

Yulius Mauloko (ist)
KABAR gembira itu tiba di bulan April. Warta yang tidak sekadar bikin senang komunitas sepakbola Nusa Tenggara Timur (NTT)   tetapi juga membanggakan publik Flobamora.  Akhirnya anak NTT bergabung dengan klub sepakbola profesional di luar negeri.

Langkah manis tersebut ditorehkan pencetak gol terbanyak turnamen sepakbola Kristal Pos Kupang Cup 2015, Yulius Mauloko. Pemain kelahiran  Atambua, Kabupaten Belu, 27 Juli 1990 itu bergabung dengan klub Australia, Western Knights SC.  Bersama klub barunya, Yulius Mauloko akan bertanding  pada kompetisi divisi 1 Liga Western Australia. Levelnya kurang lebih sama seperti Liga 2 di Indonesia.

Pemain yang akrab disapa Liu Messi ini tercatat sebagai pesepakbola pertama NTT yang merumput di luar negeri. Butuh perjuangan berat hingga Liu bisa direkrut klub Western Knights SC. Yulius melewati tahap seleksi sangat ketat selama dua bulan. Dalam seleksi terakhir, Yulius membius tim pelatih dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk kemenangan 3-1 Western Knights atas lawannya.


Yulius Mauloko sudah membela sejumlah klub di Indonesia. Selepas dari klub Kristal Kupang FC, dia sempat membela klub  Bali United, Carsae FC  Timor Leste dan Persegres Gresik. Setelah dilepas Bali United awal tahun 2016, Liu Mauloko memperkuat Persegres Gresik United di Liga I Indonesia musim 2017.

Namun, klub asal Gresik itu terdegradasi ke Liga II Indonesia. Setelah itu, ia kembali ke Atambua. Pada Desember 2017, Yulius Mauloko  mencari klub di Australia. Meski  mendapat tawaran dari PSM Makassar, namun Yulius memilih mengadu nasib di negeri kanguru.

Beberapa klub elit di Australia Barat  yang pernah menerima Yulius Mauloko untuk memperlihatkan kemampuannya yakni Sorento FC, Bayswater SC, Perth City SC dan terakhir Western Knights SC.   Liu Mauloko akhirnya berlabuh di Western Knights.

Kita patut mengucapkan proficiat buat Yulius Mauloko. Dia mendapatkan kesempatan istimewa untuk belajar menjadi pesepakbola profesional di klub yang lebih baik. Australia kita kenal sebagai negara dengan kompetisi sepakbola yang levelnya jauh di atas Indonesia.

 Tim nasional sepakbola negara itu merupakan langganan finalis Piala Dunia. Sejak masuk zona Asia,  Australia menjadi kekuatan baru yang mengganggu  kemapanan tim-tim papan atas Asia seperti Arab Saudi, Irak,  Korea Selatan, Jepang, China dan lainnya.

Kita berharap Yulius tidak cepat berpuas diri. Kesempatan emas ini harus dia manfaatkan sebaik-baiknya agar kualitasnya semakin baik sehingga bisa bergabung dengan klub papas atas Australia atau klub negara lainnya.

Jalan yang dilewati Yulius Mauloko menginspirasi anak-anak NTT. Kalau ada niat dan ketekunan berlatih, maka bermain di klub manca negara bukan lagi sesuatu yang muskil. Ini juga sebuah ajakan agar pembinaan sepakbola di NTT lebih sungguh- sungguh.*

Sumber: Pos Kupang 4 April 2018 halaman 4

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...