Senin, 16 Juli 2012

Puluhan Kilogram Narkoba Masuk Manado

TONDANO, TRIBUN - Ini warning bagi masyarakat Manado dan sekitarnya. Berdasar catatan Badan Narkotika Nasional, Manado menjadi sasaran empuk mafia obat-obatan terlarang. Bahkan menurut Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Dr Benny J Mamoto, ada jatah hingga puluhan kilogram narkoba tiap bulan yang dikirim mafia ke Manado.

"Ini angka yang sangat besar. Ini menunjukkan Manado sudah menjadi sasaran pasar narkoba. Kami dari BNN sudah mengincar dan tinggal menunggu waktu untuk menggulung jaringan ini," kata Benny Mamato dalam wawancara khusus dengan Tribun Manado di Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara, Minggu (15/7/2012).

Di Manado, jelasnya, ada tiga jenis narkoba yang beredar yakni sabu, ekstaksi dan ganja. Barang-barang ini berasal dari Jakarta dan bahkan Malaysia. Cara menyelundupkan ke Manado melalui kapal dan penerbangan domestik.

Menurut Mamoto, temuan ini didapat dari hasil pemeriksaan terhadap beberapa bandar narkoba yang telah tertangkap. Dari pengakuan bandar narkoba tersebut, wilayah Manado menjadi satu dari puluhan daerah sebagai tempat pengiriman narkoba.

"Wilayah Manado khususnya dan Sulut pada umumnya, masuk daerah pengawasan karena beberapa bandar narkoba ternyata mengirimkan barang itu ke Manado. Bahkan dari data yang kami kumpulkan, puluhan kilogram sabu, ganja dan ekstaksi secara periodik masuk ke Manado setiap bulan," ujarnya.

Mamoto menambahkan, kondisi lain yang membuat dirinya khawatir adalah gaya hidup generasi muda yang sangat mudah terpengaruh oleh bujuk rayu penjual narkoba atau teman mereka yang telah menggunakkan barang berbahaya tersebut.

Kondisi ini membuat BNN dan kepolisian terus bergerak. Mamoto mengatakan, pihaknya terus menelusuri aliran narkoba ke Manado. Menurutnya, pengawasan terus dilakukan untuk menekan peredaran narkoba di seluruh Indonesia.

"Upaya menekan penggunaan dan peredaran narkoba akan lebih maksimal jika orangtua ikut ambil bagian untuk mengawasi anak-anaknya. Komunikasi harus dibangun antara orangtua dan anak. Selain itu, peningkatan keimanan dan melakukan kegiatan yang positif juga bisa menghindarkan dari pengaruh negatif dan bujukan penggunaan narkoba," ujarnya.

Pria yang aktif mengembangkan kebudayaan Minahasa ini mengimbai agar masyarakat tidak takut melaporkan atau membawa anak yang menjadi pecandu narkoba. Menurutnya, BNN tidak akan memenjarakan mereka namun akan memberikan bantuan. BNN akan menfasilitasi rehabilitasi ketergantungan narkoba. Rehabilitasi ini diberikan secara gratis.

Mamoto menjelaskan, peredaran narkoba di Indonesia cukup serius. Pihaknya memprediksi 3,8 juta penduduk Indonesia adalah pengguna narkoba. Selain itu, menurutnya, hal lain yang memprihatinkan adalah jumlah pil ekstasi yang masuk dan beredar di Indonesia setiap tahun mencapai sekitar 148 juta butir. Namun menurutnya, hanya sekitar 882 ribu pil yang bisa diamankan. Artinya ada sekitar 147 juta pil ektasi yang beredar di masyarakat. (luc)


In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...