* Bayi Hidrosefalus Balik ke Manado
Anda masih ingat penderita hidrosefalus, Prisilia Megawati Takalao? Bayi itu telah kembali ke Manado setelah menjalani pengobatan di RSCM Jakarta.
RAHMA Hassan, ibu dari Prisilia Megawati Takalao (3) terkejut. Layar di laptop milik seorang dokter RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menunjukkan kondisi otak Ega - panggilan akrab Prisilia. Di situ terlihat bagaimana parahnya kondisi otak buah hatinya.
"Otaknya telihat kecil," katanya menceritakan pengalaman beberapa hari yang lalu kepada Tribun Manado, Sabtu (30/6) di rumahnya di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting-Manado. Rahma tak sanggup menatap berlama-lama. Air mata jatuh di pipinya. "Katanya dinding otak Ega telah tipis," sebutnya mengulang perkataan dokter RSCM.
Sebelumnya, Ega telah menjalani sejumlah pemeriksaan di antaranya oleh ahli mata dan anestesi. Hasilnya sama saja dengan gambar di laptop itu. "Kata dokter mata, syaraf Ega sangat lemah. Andaikan operasi berhasil, ia akan jadi buta. Sedang dokter anestesi berkata badannya tidak akan berkembang," kata Rahma.
Peringatan dari dokter pun menyusul. Kata dokter, Ega harus menjalani operasi sebanyak 16 kali. Hasilnya tidak dapat dipastikan. Ega pun telah divonis hanya dapat bertahan satu atau dua tahun. Atas dasar itu, akhirnya Rahma dan suaminya Rudy Takalao sepakat membawa pulang anaknya ke Manado. "Daripada terjadi apa-apa waktu operasi, lebih baik waktu yang tersisa ini kami manfaatkan untuk melihatnya tertawa dan menangis," kata Rahma sambil berlinang air mata.
Hari Jumat 29 Juni 2012 pukul 01.30 Wita, Rahma dan Ega akhirnya pulang ke Manado menggunakan pesawat Garuda. Kenangan selama dua minggu di Jakarta masih membekas. Di sana, ia tinggal di sebuah pastori di wilayah Jakarta Timur. "Pendeta di sana adalah kenalan pak Arthur Kotambunan (wakil ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara)," tuturnya.
Selama di sana ia sering beribadah di gereja. Banyak pula anggota jemaat yang bersimpati kepadanya. Rahma ingat akan doa yang sering dipanjatkan jemaat buat Ega. Seorang pendeta sempat memegang anaknya sambil menangis. "Mereka sangat mendukung kami," tuturnya. Ia dipesan anggota jemaat di sana untuk tinggal beberapa hari lagi agar dapat mengikuti ibadah Minggu (1/7). "Tapi kami kini ada di Manado," kata Rahma.
Mengenai kesembuhan anaknya, ia mengaku tetap diupayakan oleh Arthur Kotambunan. Caranya dengan beralih ke pengobatan herbal. Apapun hasilnya, Rahma mengaku pasrah. "Bila nanti ia sembuh atau tidak semuanya adalah kehendak Tuhan," katanya. Rudy Takalao, ayah Ega, tetap yakin akan kesembuhan anaknya. Meski secara teori kedokteran, anaknya sulit sembuh, ia tetap meyakini ada sebuah kekuatan yang mampu mengatasi segalanya. "Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil," katanya.
Rudy dan Rahma mengucapkan terima kasih kepada pihak - pihak yang selama ini telah dengan tulus membantu keluarga ini. "Kami berterima kasih kepada Arthur Kotambunan dan Tommy Mamahit atas bantuannya selama ini, juga kepada PT Askes, Bank Sulut, Bapak Andrei Angouw atas bantuannya selama ini," ujar Rahma.
Secara khusus, Rahma mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Arthur Kotambunan dan Tommy Mamahit. "Mereka berdua dengan tulus membantu kami. Semoga Tuhan Yesus membalas kebaikan mereka," katanya lirih. (arthur rompis)