
SELAMAT Tahun Baru 2010. Izinkan beta di awal tahun ini bercerita
tentang secuil kerepotan berkaitan dengan pengumuman hasil testing Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Jikalau tuan dan puan pembaca setia Pos
Kupang, beta yakin telah merasakan ketidaknyaman di penghujung tahun
2009. Hampir sepekan koran Pos Kupang telat terbit. Dan, terlambat tiba
di tangan pembaca dan mitra.
Sebabnya apa? Nah, inilah yang mau beta ceritakan. Sesuai perjanjian
dengan sebagian pemerintah kabupaten/kota di NTT yang mau mengumumkan
hasil tes CPNS lewat media massa, maka kami harus menunggu materi dari
mereka. Meskipun staf kami sudah memberitahu batas waktu (deadline)
halaman yang akan diisi pengumuman itu, namun tidak semua pemerintah
kabupaten/kota dapat memenuhinya. Keterlambatan materi rata-rata lebih
dari dua jam bahkan lebih.
Bukan kendala sarana telekomunikasi. Materi itu
bisa dikirim via email dalam sekejap. Apalagi sekarang fasilitas
telekomunikasi di berbagai kota kabupaten di NTT sudah jauh lebih baik
dibandingkan masa lalu. Berdasarkan laporan teman kami dari berbagai
daerah Flobamora, ternyata yang memakan waktu lama adalah rapat membahas
hasil testing CPNS. Rapat tertutup yang hanya diikuti para pejabat
berwenang itu berlangsung hingga larut malam. Bahkan ada yang sampai
dini hari.
Pengumuman CPNS dari sejumlah daerah terpaksa
kami tunda jadwal pemuatannya karena materi baru sampai di "meja
redaksi" di atas pukul 01.00 Wita. Kami jelaskan bahwa penundaan itu
terkait masalah teknis pengerjaan halaman yang berdampak pada
keterlambatan jadwal terbit. Dan, mereka memahami. Sebagai media massa
yang selama ini mendapat kepercayaan untuk publikasikan hasil test
CPNSD, kami pun sudah terbiasa menghadapi keterlambatan semacam itu.
Menurut seorang teman (pejabat birokrasi), rapat
membahas hasil testing CPNSD memang tak mudah. Yang mudah cuma buka
amplop hasil tes. Urusan mulai rumit ketika mengurutkan ranking peserta
tes dan menentukan siapa yang berhak lulus sesuai formasi tersedia.
Diskusi panjang yang menguras energi terjadi di titik krusial ini.
"Diskusinya berlarut-larut. Pokoknya debat ramai, bung," katanya.
Apakah katebelece dari pejabat tertentu masih
berlaku? "Ah, kalau soal itu beta no comment. Bung jangan percaya rumor
ko," kata sang kawan sambil terkekeh.
Kiranya tuan dan puan maklum bila setiap musim
penerimaan CPNS, rumor atau kasak-kusuk tetap saja riuh. Banyaklah sas
sus berkeliaran di luar sana, misalnya isu geser-menggeser nomor dan
nama. Pejabat tertentu memutuskan si A boleh lulus dan si B tidak boleh
atau isu lainnya.Tapi namanya juga rumor, ya jangan dipercaya begitu
saja. Tak elok bila tuan telan mentah-mentah!
Waktu acara silaturahmi Natal dan Tahun Baru
2010, beta iseng bertanya pada seorang junior di organisasi pemuda yang
barusan lulus tes CPNS. Dia betul-betul lulus murni. Tidak neko-neko
dengan pejabat tertentu atau karena memberi sesuatu kepada seseorang.
Tahu kenapa kamu bisa lulus? "Tidak tahu, Om. Mungkin nilai ujian saya
masuk ranking bagus," katanya. Syukurlah kalau begitu.
"Tapi masih ada yang kurang, Om. Alangkah baik
bila hasil ujian asli juga diumumkan kepada semua peserta sehingga
mereka puas. Kalau seperti sekarang, tetap saja orang curiga yang
bukan-bukan. Mereka sangka kami yang lulus karena ada apa-apa," katanya
dengan mimik serius. Wah, boleh juga anak ini. Otak dan hatinya masih
bekerja baik. Semoga baik terus selama masa pengabdian sebagai PNS.
Beta mau tutup obrolan tentang CPNS dengan kisah
berikut. Sepuluh tahun lalu, seorang teman yang kini punya job bagus di
pemerintah propinsi menyebut tujuh alasan mengapa dia memilih profesi
PNS. Padahal kala itu dia sudah top leader sebuah LSM. Catatannya beta
simpan rapi dan agaknya baik bila dibagi. Mungkin masih relevan dengan
beranda Flobamora hari ini.
Pertama, PNS itu pasti. Kepastian masa depan.
Negara beri jaminan. Beda sekali dengan LSM atau pegawai perusahaan
swasta yang mudah terombang-ambing oleh perkembangan usaha. Kedua, gaji
selalu naik. Gaji PNS selalu naik secara periodik. Kenaikan massal atau
gaji naik karena disesuaikan dengan pangkat serta golongan. Selain gaji
tetap, selalu ada pendapatan lain-lain. Kalau tugas ke luar kantor
dapat SPPD. Makin banyak perjalanan, pemasukan makin besar. Maka berbaik
hatilah selalu dengan pimpinan agar banyak tugas luar.
Ketiga, tidak pusing cari uang. Tidak wajib bagi
PNS mencari uang atau menggenjot pendapatan. Genjot pendapatan lewat
pajak itu hukumnya wajib bagi setiap warga negara. Artinya, uang sudah
ada, tinggal kelola dan manfaatkan sesuai ketentuan. Asal jangan dikorup
saja, aman kita.
Keempat, sulit di-PHK. Tidak mudah memecat
seorang PNS, kecuali untuk jenis pelanggaran amat berat, misalnya bunuh
orang. Kalau cuma bolos atau malas kerja, ya tak apa-apa.Beda sekali
dengan dunia usaha. Indikator kinerja PNS itu relatif.
Kelima, jam kerja. Jadi PNS itu lebih santai.
Masuk kerja jam 07.00, pulang jam 14.00. Masih banyak waktu luang yang
bisa saya pakai untuk urusan bisnis lain.
Keenam, fleksibel. PNS bisa bergaya bunglon,
bung. Saat suksesi di daerah kita harus cerdas baca arah angin. Harus
gesit bermain dua kaki secara aman. Jadi, kalau si A menang dan jadi
bupati, kita dapat job. Si B menang pun sama.
Ketujuh, prestise-kredibel. Harus diakui PNS
lebih terpandang di mata masyarakat NTT dibandingkan non-PNS. Mau bukti?
Simak keseharian kita. Orang lazim bertanya, kerja di kantor apa? Kalau
sebut kantor PT Endawenga. Tbk, misalnya, wajah langsung kerut diikuti
litani pertanyaan. Tapi kalau sebut kantor Bupati, senyum sontak
berkembang di wajah calon mertua. Tak perlu tanya lagi. SK PNS pun
dipercaya bank untuk kredit. Kalau pegawai swasta, sulit bukan main!
Apakah tujuh alasan itu masih relevan? Silakan
tuan dan puan analisis sendiri. Beta mau ucapkan selamat bagi semua CPNS
yang lulus baru-baru ini. Jadilah PNS generasi baru yang profesional
dan mengabdi dengan hati biar kampung besar Flobamora kita lebih baik
nasibnya. (dionbata@yahoo.com)
Pos Kupang edisi Senin, 4 Januari 2010 halaman 1