* Pengadaan Inventaris DPRD Minahasa Utara
Mungkin hanya di kantor DPRD Minahasa Utara (Minut), lemari es digunakan untuk menyimpan koran.
ANEH tapi itulah faktanya. Beberapa lembar koran tersusun rapi di rak kedua lemari es di ruang Komisi B, DPRD Minut . Entah disengaja atau tidak. Pasalnya, di ruang yang sama ada lemari yang fungsinya meletakkan dokumen.Selain koran, remote air conditioner pun diletakkan di dalamnya bersama bekas bungkusan makanan cepat saji.
Lemari es ukuran sedang itu terlihat masih baru tetapi sambungan kabel tak terhubung dengan kontak listrik. Tak perlu memang, karena tak ada makanan atau minuman yang harus didinginkan di dalam kulkas itu.
Lemari es dipakai untuk menyimpan koran dipantau juga oleh Mieke Nangka, Ketua Komisi C Minut. Nangka tak habis pikir, lemari es bisa tak bermanfaat sebagaimana mestinya. Poin pentingnya, menurut Nangka bisa langsung dilihat dari nilai manfaat dari proyek pengadaan inventaris tersebut. "Mengapa dibuat pengadaan, kalau manfaatnya tak ada," ujarnya.
Tribun Manado menelusuri ruangan lainnya di lantai 1, seperti ruangan Komisi A, C, Ruang Fraksi Golkar, Demokrat, PDIP-P, Tumatenden, dan Esa Genangku. dari delapan ruangan itu, enam di antaranya bisa dimasuki. Lemari es menjadi satu di antara invetaris ruangan. Kondisinya pun sama dengan di ruangan Komisi B.Semua kulkas tak digunakan sebagaimana mestinya. Jangankan digunakan, beberapa di antaranya tak terhubung kontak listrik. Hanya di ruang fraksi Demokrat, lemari es berfungsi. Di dalamnya terdapat beberapa gelar air mineral. Menurut salah seorang karyawan DPRD Minut, di lantai dua letak ruangan Ketua DPRD dan Wakil Ketua juga ada lemari es yang sama.
Menanggapi hal itu, Calvin Castro, ketua LSM Gempar Minut mengatakan, meski tergolong kecil, pengadaan inventaris harus mempertimbangkan azas manfaatnya. "Memang pengadaan lemari es, proyek yang mungkin kecil. Tapi itu juga uang rakyat. Jangan jadi anggapan, pengadaan-pengadaan proyek hanya supaya orang tertentu dapat untung dari situ," ujarnya.
Ia mengatakan, di luar kasus lemari es berisi koran, ada banyak proyek pengadaan lain pemerintah perlu mengkaji mana yang prioritas. "Jangan seperti kejadian pengadaan ruangan Banggar DPR RI sampai miliaran rupiah," ungkapnya.
Piet Luntungan, Anggota DPRD Minut pun angkat bicara soal kondisi tersebut. Menurutnya, lemari es tak dipasang ke kontak listrik, karena instalasinya tak sanggup menahan beban. Hal itulah yang menjadi alasan lemari es tak digunakan sebagaimana mestinya. (riyo noor)
Tribun Manado 21 April 2012 hal 1