Minggu, 06 Mei 2012

Warna Coklat Banyak Kutu

* Raskin Berulat di Desa Kauneran


TRIBUN, TONDANO - Sekitar dua ton beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang diterima pemerintah Desa Kauneran, Kecamatan Sonder Minahasa berulat dan banyak dipenuhi kutu.

Kepada Tribun Manado, Senin (16/4), Kepala Jaga I Desa Kauneran, Jessy Runtu mengatakan, jatah raskin itu diterima dari Bulog sejak Januari 2012. Menurutnya, saat itu sebagian jatah raskin sudah tidak layak makan. Akibatnya, sekitar 30 karung masing-masing berisi 50 kilogram tidak dia bagikan kepada masyarakat.
"Saat kami terima, kondisi raskin itu sangat buruk. Warnanya kecoklatan, banyak kutu berwarna hitam dan banyak ulat kecil,"  kata Runtu.
Dia menyebutkan, hanya sekitar 15 karung raskin yang kondisinya masih bagus dan telah didistribusikan kepada masyarakat. Agar semua warga miskin mendapatkan raskin  jatah mereka dikurangi dari seharusnya 15 kg menjadi lima liter saja.

"Kami telah menyampaikan kepada Bulog dan meminta mereka mengganti dengan beras yang kondisinya masih baik. Mereka telah menyampaikan akan mengganti, namun sampai sekarang belum ada petugas yang datang," ujarnya. Jumlah penerima raskin di Desa Kauneran 150 kepala keluarga. Setiap keluarga seharusnya mendapat 15 kilogram beras yang dijual Rp 1.600 per kilogram.

Sampel, warga Desa Kauneran yang terdaftar sebagai penerima raskin mengatakan, dia dan anggota keluarganya tidak mau memasak beras berkutu dan berulat itu. Menurutnya beras seperti itu tidak layak dimakan manusia. "Walau kami miskin namun tidak mungkin kami memakan beras seperti itu. Kenapa hanya daerah kami yang berasnya jelek, sedangkan di desa tetangga kualitas berasnya bagus," ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus memberikan bantuan beras yang berkualitas baik. "Kalau bentuknya seperti ini, beras itu lebih cocok sebagai makanan ternak, bukan makanan manusia," demikian Sampel.

Dikonfirmasi Tribun semalam, Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Sulut, Noldy Tumigolung, mengatakan, pihaknya belum menyalurkan beras raskin ke Desa Kauneran. Hal ini disebabkan desa tersebut masih ada piutang raskin yang belum dibayarkan ke Bulog.  "Saat ini kita sedang menyalurkan raskin pada daerah yang sudah lunas. Untuk Desa Kauneran belum kami salurkan beras raskin, kok sudah ada temuan beras  yang rusak. Kami tetap akan menyalurkan beras raskin ke desa itu, namun kami prioritaskan dulu daerah yang sudah lunas," kata Noldy.    (luc/def)

Tribun Manado 17 April 2012 hal 1

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...