* Konser Doa Pra World Prayer Assembly
Konser Doa dalam rangkaian kegiatan World Prayer Assembly (WPA) diikuti ribuan umat Kristen di Kota Manado dan sekitarnya, Senin (19/3) malam. Kesaksian hidup Benny Pattinasarany memberi inspirasi.
KONSER doa di lapangan Megamas Manado diawali dengan puji-pujian dilanjutkan kesaksian hidup dari Ps Benny Pattinasarany yang sungguh memberi inspirasi bagi warga Manado.
Benny pernah menjalani kehidupan yang hancur. Dia dikeluarkan dari kampus, menjadi pencuri dalam keluarga bahkan menjadi pengguna dan pecandu narkoba. Menurut Benny, setelah apa yang dimilikinya hilang, hingga harus tidur di jalanan, mencari makanan sisa dan dianggap sampah, dia mengalami pemulihan setelah bertemu Tuhan Yesus.
"Saya sudah hidup dalam dunia gelap, saya mulai dipulihkan ketika bertemu pasangan suami-istri yang adalah pendeta. Mereka katakan masih ada jalan, masih ada dokter masih ada tabib yang semuanya di atas segalanya yaitu Yesus," jelas anak pemain sepakbola legendaris Indonesia, Ronny Pattinasarany ini.
Dikatakannya, sejak bertemu pasangan pendeta tersebut, muncul titik kecil harapan untuk berubah dan bertobat. Harapan terus berkembang hingga tiga bulan setelah itu, dia berani mengambil keputusan untuk tidak menggunakan narkoba.
"Dari situ saya mulai mengambil keputusan datang pada Yesus, dan saya katakan 'Yesus kalu elu hidup gue nyerah' itu bahasa saya. Dan saya tahu bersama Yesus saya bisa ubah masa depan saya, dan sekarang saya bisa keluar dari dunia gelap," ungkap Benny.
Benny percaya anak-anak muda sebagai next generation dipakai Yesus untuk kemulianNya. "Saya percaya anak-anak muda di Manado akan berkembang memuliakan dan meninggikan Yesus, akan dipakai Yesus," katanya.
Setelah kesaksian Benny, acara selanjutnya ibadah yang dibawakan oleh Pdt Bambang Yonan disusul dengan doa yang dibawakan Rev Suzette Hattingh. Dalam doanya ia mengakui warga di Manado adalah warga yang diberkati, anak-anak muda akan dipanggil untuk melayani Tuhan.
Ribuan jemaat larut dalam doa. Sambil diiringi musik pujian rohani, jemaat bersorak-sorai memuji nama Tuhan. Tampak beberapa orang langsung tergelatak di lapangan ketika sedang berdoa, ada juga yang melompat kegirangan, berkata-kata dengan bahasa roh, mendoakan pergumulannya mereka masing-masing.
Rev Suzette mendoakan secara khusus bagi jemaat. Satu persatu mereka menuju ke depan panggung, diiringi puji-pujian dan tim doa bersama Rev Suzette langsung menjamah jemaat yang ingin didoakan. Seakan roh kudus masuk ke tubuh lewat sentuhan Rev Suzette. Jemaat roboh tergeletak, sementara tim doa lainnya sudah bersiap di belakang untuk menahan agar tidak terbentur ke tanah.
Konser Doa Pra WPA dilaksanakan dua hari berturut-turut. Kegiatan yang sama juga berlangsung Selasa (20/3) sore di lokasi yang sama. Sebelumnya para pembicara Pra WPA, Rev Suzette Hattingh, Pdt Bambang Yonan, Pdt Daniel Pandji, Ps Benny Pattinasarany, sudah menggelar konser doa di Kota Surabaya, Ambon dan Jakarta. "Kami sedang menggalang kekuatan rohani seluruh Indonesia, sekuat tenaga membangun doa karena itulah pondasi," ujar Pdt Daniel Pandji.
Menurut Daniel Pandji, Indonesia memiliki jaringan doa terkuat di dunia karena jumlah tim doa lebih banyak dari jumlah gereja.
"Ada lima kandidat negara untuk World Pray Assembly, Indonesia dipilih karena ini waktunya Indonesia dilawat Tuhan. Mereka juga katakan Indonesia miliki jaringan doa terkuat di dunia," ungkapnya. Dijelaskannya, puncak WPA akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 14-18 Mei 2012. Kegiatan tersebut akan dihadiri umat kristen dari 220 negara dan dari 313 kota di Indonesia. Kegiatan WPA merupakan ekspresi kesatuan tubuh Kristus yang dihadiri berbagai doktrin gereja serta berbagai golongan dalam masyarakat. (robin tanauma)
Tribun Manado 20 Maret 2012 hal 1