Sudah lebih dari sebulan bocah berusia 11 tahun, Jimmy Tjuendra Kusuma hilang dari rumah. Sang ibu tak putus asa mencarinya dengan berbagai cara.
TJEN Fui Lin, warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado masih yakin bisa menemukan anaknya yang hilang sejak meninggalkan rumah 7 Februari 2012 lalu. Keyakinan bahwa Jimmy masih hidup merupakan sumber kekuatan Tjen Fui Lin.
Berbagai cara telah ditempuh Lin dan suaminya Kasim Juhendra Kusuma (52) untuk mengetahui keberadaan Jimmy. Sejak Jimmy hilang saat pamit untuk bermain game online di warnet Februari lalu, mereka telah menyebarkan pamflet yang berisi foto diri serta ciri-ciri fisik Jimmy. Media massa di Kota Manado pun ikut menyebarluaskan informasi kehilangan Jimmy.
TJEN Fui Lin, warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado masih yakin bisa menemukan anaknya yang hilang sejak meninggalkan rumah 7 Februari 2012 lalu. Keyakinan bahwa Jimmy masih hidup merupakan sumber kekuatan Tjen Fui Lin.
Berbagai cara telah ditempuh Lin dan suaminya Kasim Juhendra Kusuma (52) untuk mengetahui keberadaan Jimmy. Sejak Jimmy hilang saat pamit untuk bermain game online di warnet Februari lalu, mereka telah menyebarkan pamflet yang berisi foto diri serta ciri-ciri fisik Jimmy. Media massa di Kota Manado pun ikut menyebarluaskan informasi kehilangan Jimmy.
Langkah lain yang dilakukan keluarga itu adalah meminta bantuan paranormal dan pendoa. Namun, sampai saat ini Lin dan suaminya belum mendapat petunjuk di mana keberadaan Jimmy, murid kelas lima SD Don Bosco Manado.
Ditemui Tribun Manado di rumahnya, Jumat (9/3), Lin sedang siap-siap menuju Desa Wori untuk meminta bantuan seorang paranormal di sana. Lin mengaku tidak akan putus asa mencari keberadaan putranya meskipun usaha sebelumnya nihil.
Tentang paranormal di Desa Wori, Lin mendapat informasi dari beberapa kenalan serta warga Manado yang bersimpati. Mereka memberi dukungan moril lewat telepon, menyarankan Lin meminta bantuan paranormal di Wori. "Ada beberapa kenalan kasih saran supaya minta bantuan paranormal di Wori," ujarnya.
Berdasarkan penglihatan paranormal di Wori, kata Lin, ada petunjuk berupa tulisan 'Jimmy Beringin Opa.' Tulisan tersebut lagi-lagi belum terlalu jelas memberi petunjuk keberadaan Jimmy sekarang. Lin memohon agar paranormal itu berkenan menemukan petunjuk lain tentang keberadaan anak yang hilang itu.
Sejak Jimmy tidak kembali ke rumah 7 Februari 2012, hari-harinya selalu diliputi rasa sedih. Lin selalu mengingat Jimmy yang manja. Tidak jarang walaupun sedang melayani pembeli di dalam toko, Lin tak mampu menahan linangan air mata. Lin pun tak putus-putusnya mendoakan keselamatan Jimmy.
Seperti diceritakannya beberapa waktu lalu, pada 7 Februari 2012 pagi Jimmy pergi ke sekolah seperti biasa. Anak yang lebih dekat Lin ini pulang sekolah pukul 13.30 Wita langsung makan siang kemudian bermain dengan sang adik, Rivaldo Kusuma. "Mereka biasa bermain bersama. Dia sangat menyayangi adiknya, mereka bermain dan berlari di dalam rumah hingga kadang sampai di dalam toko," ujar Lin.
Setelah puas bermain dengan adiknya tiba-tiba suasana menjadi sunyi. Lin yang sedang sibuk melayani pembeli di toko onderdil kendaraan di Jalan Walanda Maramis, Manado mengecek keberadaan keduanya. Ternyata Jimmy telah tidur di dalam kamar. Sekitar pukul 16.00 Wita, Jimmy bangun lalu ke toko yang juga terdapat bengkel sepeda motor menyaksikan ayahnya, Kasim Juhendra Kusuma memperbaiki sepeda motor pelanggan. "Dia lama berdiri di samping bapanya, melihat bapanya memperbaiki motor," kata Lin.
Setelah puas melihat ayahnya bekerja, Jimmy meminta ijin kepada ayahnya pergi ke warung internet (warnet) Level di jalan Martadinata untuk main game. Namun, sampai lewat pukul 18.00 Wita Jimmy tak kunjung pulang ke rumah. "Biasanya dia selalu pulang jam 6 namun kenapa dia belum pulang sehingga saya dan bapanya masih menunggu, belum menutup toko," kata Lin.
Wanita paruh baya ini mengatakan sejam kemudian anak yang mereka nanti tidak kunjung pulang sehingga sang ayah mulai gelisah dan mencari keberadaan anaknya di warnet-warnet hingga ke rumah teman-temannya. Namun, yang dicari tidak ditemukan. Keesokan harinya Lin dan suami melaporkan kehilangan Jimmy ke polisi.
Keyakinan bahwa anaknya itu masih hidup menjadi kekuatan tersendiri bagi Lin melewati hari-harinya tanpa Jimmy. Keyakinan itu tidak hanya berdasarkan informasi paranormal atau pendoa, namun sebagai ibu yang melahirkan Jimmy, Lin yakin anaknya hidup meski kini entah di mana. (pengasihan susanto amisan)
Tribun Manado 12 Maret 2012 halaman 1