RENCANA pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang nyaris terealisasi per 1 April 2012 berdampak serius bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil. Rakyat makin menderita lantaran hampir semua harga bahan makanan telah naik, termasuk biaya kesehatan, pendidikan serta kebutuhan lainnya.
Kenyataan tersebut menjadi perhatian Olivia Sicilia Prang, gadis yang pernah menyabet juara Lomba Cerdas Cermat Alkitab se- Sinode GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) itu.
"Di tengah kondisi perekonomian bangsa yang terpuruk pemerintah seharusnya mengambil kebijakan yang pro rakyat kecil misalnya tidak menaikkan harga BBM tetapi meningkatkan mutu pelayanan publik terutama bidang kesehatan dan pendidikan," kata Olivia Sicilia Prang kepada Tribun Manado, Sabtu (31/3).
Menurut mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, pemerintah harus memberikan contoh yang baik kepada rakyat teristimewa dalam sikap hidup hemat. "Lakukanlah penghematan, contohnya pergi ke kantor dengan menggunakan sepeda," kata Sekretaris Komisi Pelayanan Remaja (KPR) GMIM Alfa Omega Kumaraka ini.
Ia menambahkan, saat ini banyak pemborosan yang dilakukan pemerintah, semisal anggaran perjalanan dinas yang tinggi serta dana rutin untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak efisien. Pemborosan yang dilakukan pemerintah, kata Olivia, akan mengurangi kepercayaan masyarakat.
"Di tengah situasi ekonomi yang amburadul, malah pemerintah mau menaikkan harga BBM. Ini memiriskan. Mudah-mudahan saja biaya hidup tidak terus melonjak naik dan rakyat bisa hidup senang," tambah putri dari pasangan Ronny Prang dan Vitje Rompis ini. (andrew)
Tribun Manado 1 April 2012 hal 1