* Perayaan Pekan Suci Paskah 2012
Orang bijak mengatakan, jika tuan menabur kebaikan pasti akan menuai sukacita.
MULAI hari Sabtu (31/3/2012) umat Katolik di seluruh dunia termasuk Manado mulai sibuk dengan berbagai persiapan menyambut Paskah 2012. Maklumlah perayaan liturgis Pekan Suci mulai pada hari ini, Minggu (1/4) yang dikenal dengan Minggu Palma. Dalam tradisi Kristen perayaan Minggu Palma mengenang peristiwa Yesus dielu-elukan saat masuk kota suci Yerusalem sekitar dua ribu tahun silam.
Menyongsong Minggu Palma biasanya panitia perayaan dari gereja akan meminta umat menyediakan daun palem atau daun-daunan sejenis sesuai kondisi daerah setempat. Jika di suatu paroki ada lembaga persekolahan maka biasanya siswa sekolah mendapat tugas untuk mencarikan daun palem segar.
Nah kali ini cerita menarik datang dari Gereja Paroki Santo Ignatius Manado. Gereja tersebut mendapatkan daun palem secara cuma-cuma dari seseorang. Dua minggu lalu Joseph Sampow (53), karyawan pastoran Paroki Santo Ignatius Manado menyampaikan kepada pastor paroki tentang beras yang harus cepat dikonsumsi agar tidak rusak. Pastor paroki lalu memutuskan beras tersebut diberikan kepada mantan penjaga persekolahan Santo Ignatius Banjer.
Ketika Joseph mengantar beras itu mantan penjaga sekolah membalas kebaikan pastor paroki dengan menawarkan ratusan pohon palem yang tumbuh subur di halaman rumahnya. Menurut Joseph daun-daun palem itu cukup untuk memenuhi kebutuhan semua umat Paroki Santo Ignatius Manado yang terdiri 21 wilayah rohani (batas wilayah gereja yang lebih kecil dari paroki).
Daun-daun palem itu kemudian dipotong dari pohonnya dengan menyisakan tangkai panjang supaya bisa dipegang umat saat perayaan Minggu Palma. Frater Lucky Singal Pr pun ikut memotong palem pemberian yang tidak terduga. Joseph bersyukur atas anugerah Tuhan lewat bantuan orang kecil itu. Sebuah peristiwa yang membawa hikmah. Menurutnya, jika setiap orang tergerak hatinya untuk membantu sesama maka Tuhan akan membantu dengan caraNya yang unik.
Sebaliknya jika kita membebani orang lain maka beban yang sama juga akan kita panen. "Saya bersyukur pada Tuhan karena Dia memberiku hikmah pada soal kecil ini. Ketika kita punya hati membantu orang lain maka Tuhan akan mendengar kesulitan-kesulitan kita," ujarnya.
Pengalaman berbeda terjadi di Gereja Katolik Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado. Panitia Paskah di gereja tersebut mendatangkan daun palem dari Tomohon. Mereka memotong palem di Pangolombian. Ketika Tribun Manado berkunjung ke Gereja Katedral, Sabtu (31/3), tampak daun palem segar telah diletakkan di atas meja. Ada jenis palem yang biasanya digunakan sebagai tanaman hias dan palem dari pohon nira. Bahkan ada jenis palem yang tidak diketahui namanya oleh beberapa orang yang ada ditemui di Gereja Katedral Manado.
Jefry asal Pangolombian mengatakan palem itu namanya palem sayap kupu-kupu, palem yang tumbuh di hutan dan berdekatan dengan air. Ia diminta menyediakan palem oleh pihak Gereja Katedral sebanyak 5.000 tangkai dengan harga Rp 2.000 per batang. Ia bersama menantunya masuk hutan untuk mengumpulkan semua jenis palem. Jefry senang bisa melayani ribuan umat dengan menyediakan daun palem yang akan dipakai dalam perayaan hari Minggu ini. "Saya senang bisa membantu Gereja," katanya. (david manewus)
Tribun Manado 1 April 2012 hal 1