Rabu, 25 April 2012

SBY Utus Syarif Lobi Parpol

JAKARTA, TRIBUN- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak main-main atas rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Angka yang beredar, kenaikan sebesar Rp 1.500 per liter dari posisi sekarang solar dan bensin Rp 4.500 per liter. Mengingat kerasnya penolakan di DPR, ia mengutus Sekretaris Sekretariat Gabuangan koalisi 6 parpol pendukung pemerintah, Syarif Hassan ke DPR.

"Yah, kewajiban saya kan begitu (melobi). Mudah-mudahan saja bisa," kata Syarif di depan ruang lobi rapat paripurna Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/3). Syarif Hasan, terlihat tegang. Keningnya berkerut.  Keringat membasahi rambut dan jidat. Di depan ruang lobi rapat paripurna Gedung DPR RI, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu tampak serius. Matanya sesekali menatap Blackberry Bold berwarna putih di tangan kanannya. Sejurus kemudian dia memasuki ruang lobi. Di dalam ruangan sana, Syarif menghampiri Menteri Keuangan Agus Martowardojo.


Syarif yang menjabat Menteri Koperasi dan UKM ini membisikkan sesuatu kepada koleganya, sesama pembantu presiden. Agus mengangguk seolah paham apa yang dibisikkan Syarif. Tak lama kemudian, Syarif kembali keluar ruangan. Dia menemui seorang politisi anggota DPR RI di luar ruang lobi. Mereka berbicara perlahan dan tak lama kemudian Syarif kembali memasuki ruang lobi.

Syarif duduk sejenak. Kembali memperhatikan isi pesan di Blackberry Massenger System (BBM). Dia menuliskan sesuatu. Serius sekali. Tak ada senyum tergurat di wajahnya. Di dalam ruangan itu hadir menteri lainnya seperti Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, dan pejabat Kementerian Keuangan. Armida terlihat lebih rileks. Dia menikmati makanan ringan yang ada di ruang lobi.

Saat rapat paripurna DPR RI di gedung DPR Jakarta, Jumat (30/3), masih diskorsing sejak pukul 15.00 hingga malam, lobi intensif di antara petinggi partai masih terjadi. Namun di tengah lobi, Wakil Ketua DPR dari Partai Golkar Priyo Budi Santoso tidak mau ambil pusing mengikuti jalannya lobi. Dia keluar dari ruang lobi dan memilih berdiskusi dengan wartawan.  "Saya banyak ditelepon. Menko-menko (menteri koordinator)," kata Priyo.

Entah apa maksud para menteri dalam pemerintahan SBY itu meneleponnya namun yang jelas Priyo tidak mau ambil pusing.  Dia memilih tidak mengangkat telepon ketika telepon selulernya berbunyi. Terkait pembicaraan postur APBN  yang sedang dibahas dalam rapat paripurna. Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Syarif Hasan dalam posisi menteri koperasi dan UKM. Namun sebagai Sekretaris Setgab Koalisi enam partai politik pendukung SBY-Boediono, Syarif diperintahkan presiden untuk melobi fraksi di DPR agar bisa menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi.

Sementara itu di ruangan yang lain, pimpinan DPR RI menggelar lobi. Lobi dilakukan setelah dalam rapat paripurna yang berjalan sekitar satu jam menemui jalan buntu. Mayoritas Fraksi DPR  ingin menunda kenaikan harga BBM.
Di ruang lobi yang dihadiri Ketua DPR Marzuki Alie (Demokrat), Wakil Ketua DPR Pramono Anung (PDIP), Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (Golkar). Juga perwakilan  9 fraksi di DPR. Hadir juga Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Lobi berlangsung alot. Lobi yang dimulai sekitar pukup 15.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 18.00 WIB.

Tiga perwakilan fraksi penolak harga BBM naik yakni Hanura, Gerindra, dan PDIP meninggalkan ruang lobi. "Dalam forum lobi tadi tidak ada titik temu karena PDIP. Gerindra, Hanura berketatapan bahwa UU APBN 2012 pasal 7 ayat 6 tidak perlu diubah," kata Pramono, wakil Ketua DPR dari Fraksi PDIP. "Jadi PDI perjuangan, Gerindra, dan Hanura tidak mau ada perubahan sehingga artinya tidak boleh ada kenaikan BBM," kata Pramono.

Pramono Anung, mendadak keluar  atau walk out dari ruangan lobi di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/3/2012) sore. Pramono meninggalkan ruangan sekitar pukul 16.40 WIB ketika lobi-lobi baru berlangsung sekitar 30 menit, yang ternyata diwarnai tawar-menawar angka.

Ruang lobi yang tepat berada di bawah ruang rapat paripurna DPR itu berisi 9 perwakilan fraksi di DPR. Pertemuan dipimpin Ketua DPR RI Marzuki Alie. Pramono bersama politisi Gerindra dan Hanura meninggalkan ruang lobi sebab muncul kesan lobi diarahkan untuk menyetejui kenaikan harga BBM.

"Dalam forum lobi tadi tidak ada titik temu karena PDIP, Gerindra, Hanura berketatapan bahwa Undang-undang APBN 2011 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 pasal 7 ayat 6 tidak perlu diubah. Jadi PDI Perjuangan, Gerindra, dan Hanura tidak mau ada perubahan sehingga artinya tidak boleh ada kenaikan BBM," kata Pramono. (tribunnews/aco/eri/coz/thf)

Tribun Manado 31 Maret 2012 hal 1

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...