Minggu, 22 April 2012
Tuhan Masih Sayang Kami
* Ratusan Nyawa di Kombos Barat Terancam
MANADO, TRIBUN - Kondisi tidak menentu dialami Keluarga Kolakia-Antahari pasca longsor yang menimbun sebagian rumahnya di Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil Barat, Manado, Jumat (9/3). Mereka dihantui rasa takut akan datangnya longsor susulan.
Ditemui Tribun Manado, Sabtu (10/3) siang, Rafles Kolokia terlihat cemas. Sesekali ayah dua orang anak ini memandangi puing-puing rumahnya. Bukan hanya rumah tapi perabotan seperti kursi, tempat tidur dan meja ikut hancur.
Ditemani sang adik Moni Kolokia, ia bertutur tentang kesulitan yang tengah dialami. Rafles tidak menampik bencana longsoran menimbulkan trauma bagi istri dan anak-anaknya. "Mereka terpaksa berteduh di rumah kerabat terdekat," katanya.
Meski ditimpa musibah namun Rafles tetap bersyukur pada Tuhan yang telah menjaga jiwa keluarganya selamat dari maut. "Mungkin Tuhan masih sayang kami," ujarnya.
Diakuinya, lokasi rumah itu berada di daerah rawan. Longsor kerap terjadi, namun tidak separah saat ini. "Jika turun hujan saya selalu mengingatkan anak-anak untuk segera keluar rumah," ungkap pria berkulit putih ini.
Rafles belum mempunyai pilihan lain untuk pindah ke lokasi yang lebih aman dari bencana tanah longsor. "Kalau pindah itu tidak mungkin karena hanya ini rumah kami satu-satunya," tuturnya. Kendati masih trauma, Rafles berusaha segera memperbaiki rumah yang rusak akibat timbunan tanah.
Moni berharap agar pemerintah dapat membantu kakaknya. Berbagai janji yang diucapkan pejabat pemerintah harus segera diwujudkan karena kakaknya memang butuh bantuan. "Lebih cepat lebih baiklah," katanya
Selain kepada kakaknya, ia juga berharap pemerintah dapat memberi jalan keluar bagi masyarakat yang bermukim di Kelurahan Kombos. "Ada ratusan nyawa yang terancam jika turun hujan, harus ada solusi dari pemerintah," ungkapnya.
Ibu Eci, tetangga keluarga Kolokia-Antahari juga merasakan kecemasan serupa. Keluarga Eci pun selalu khawatir bila hujan mengguyur Kota Manado.
Ibu ini menyediakan kamar khusus bagi anak- anaknya kala hujan. "Bila hujan kami takut batu-batu akan menimpa kami," katanya. Seperti disaksikan Tribun Manado di Lingkungan I, Kelurahan Kombos Barat terlihat puluhan rumah berdiri di dekat tebing. Selain rawan tertimpa longsor warga juga berhadapan dengan bahaya lain yaitu jatuh dari ketinggian tebing. (art)
Tribun Manado 11 Maret 2012 halaman 1
In Memoriam Valentino Luis
Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...