| Susan Mandagi |
Pendapat inilah terlontar dari gadis berambut panjang lurus, Susan Olivia Mandagi ST, saat ditemui Tribun Manado, Kamis (22/3/2012). Pandangannya itu berkaitan dengan hari air sedunia yang jatuh setiap 22 Maret 2012. "Tubuh kita saja hampir 90 persen terdiri dari unsur air, makanya tidak heran kita itu bergantung sekali pada unsur air," ujarnya.
Tetapi berdasarkan pengamatannya, kondisi air di bumi ini semakin terkontaminasi oleh berbagai ulah manusia. Misalnya mereka yang mendirikan pabrik atau perusahaan tambang, buangan limbahnya mencemari sungai dan lautan. "Kondisi air sudah lagi tidak bersih, murni. Banyak yang tercemar, sudah tidak aman untuk kita konsumsi," kata perempuan kelahiran Tomohon 9 September 1988 ini.
Selain itu, belakangan banyak kawasan hutan hijau asri dibuka menjadi lahan yang beralih fungsi untuk bangunan berlandaskan beton semen. Daerah resapan air sudah semakin langka sehingga mempengaruhi kualitas air.
"Yang harusnya tadi meresap ke tanah sekarang sudah mengalir ke sungai kotor. Kita sekarang sulit manfaatkan sumber air tanah yang berkualitas bersih, bahkan sudah ada di beberapa titik tanah yang sudah kering tidak ada sumber air karena tanah gundul tanpa ada pohon," tutur Susan.
Karena itu sebagai solusi, setiap orang harus menyadari arti penting sebuah pohon. Aksi kecil yang dapat dilakukan adalah sebisa mungkin setiap orang menanam satu pohon. Tanamlah di lahan kritis atau yang belum ada pohon. Kalau tidak ada lahan luas, dapat pula ditanami tumbuhan hias yang tidak memakan ruang banyak.
"Menjaga alam kita, menjaga air kita itu semua bergantung pada diri kita masing- masing," kata gadis yang menyukai makanan bebek peking dan udang goreng mentega ini. Menanam pohon atau tanaman hias, kata Susan, sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri serta orang lain. (budi susilo)
Tribun Manado 23 Maret 2012 hal 1