Senin, 23 April 2012

Terbang Setiap Hari Minggu

* Midsea Express Layani Rute Manado-Davao

MANADO, TRIBUN - Guna meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara ke Sulawesi Utara, PT Bumi Mas yang bergerak di bidang jasa tur dan travel bekerjasama dengan maskapai  Midsea Express Filipina membuka rute penerbangan Davao-Manado PP. Pesawat berkapasitas 20 penumpang itu akan terbang setiap hari Minggu. Warga Manado yang hendak ke Davao atau sebaliknya kini tidak lagi mengandalkan kapal laut semata. 

Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia untuk Davao Filipina, Eko Hartono ikut bersama sejumlah pengusaha pariwisata dalam penerbangan perdana Midsea Express Davao-Manado, Minggu (18/3/2012).


Sekretaris Manado Tourism Board, Jeffrey Rantung mengatakan, rute penerbangan internasional bersifat carter reguler tersebut terlaksana atas dukungan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Sulut, Konsulat Jenderal (Konjen)  Filipina di Manado, Konjen RI di Davao dan BIMP-EAGA.

Pimpinan PT Bumi Mas, Budiman Iton Massa  menuturkan, penerbangan Midsea Express  bisa menjadi tonggak kerja sama lintas sektor antara dua kota di perbatasan RI-Filipina itu. "Harapannya dapat menimbulkan efek domino yang positif bagi Kota Davao dan Manado," katanya.

Seperti disaksikan Tribun Manado,  setibanya di terminal kedatangan Internasional Bandara Sam Ratulangi Manado,  Konsul RI Eko Hartono  dan pengusaha asal Filipina  disambut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulut Ir Parlindungan Tampubolon dan Konjen Filipina di Manado Jose D R Burgos,   staf  BIMP-EAGA dan Perwakilan PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi.

Penumpang pesawat disambut Nyong dan Noni Sulut yang langsung mengalungkan syal terbuat dari kain bentenan. Mereka kemudian menuju Lounge Coleocanth untuk pertemuan terbatas kedua konsul dan perwakilan pemerintah Provinsi Sulut.
Dalam rapat terbatas itu, kedua konsul serius berdiskusi soal berbagai hal terkait rencana kerja sama antara Indonesia dan Filipina, khususnya kawasan Sulut dan Davao. Potensi perikanan dan pariwisata ikut disinggung sebagai sektor andalan yang akan dikembangkan di masing-masing wilayah. Pemerintah Provinsi Sulut yang diwakili Parlindungan Tampubolon juga mengapresiasi dibukanya jalur penerbangan Davao-Manado-Davao.


Menurut Tampubolon, sudah lama pihaknya merindukan Manado menjadi  pusat pertemuan jalur penerbangan di kawasan timur Indonesia. Ia mencontohkan, para wisatawan, investor atau pengguna jasa transportasi udara yang hendak ke sejumlah daerah di sekitar Sulut selalu melalui Manado.

Konjen Jose D R Burgos mengharapkan Davao jadi kota persinggahan semua wisatawan dari berbagai negara seperti Jepang, Korea dan Taiwan sebelum menuju lokasi wisata di Manado dan wilayah lain Indonsia. "Saya berharap Davao jadi pusat persinggahan wisatawan sebelum ke Manado," ujar Burgos.

Menurut Burgos, rute penerbangan Davao-Manado-Davao  mempersingkat waktu, jarak tempuh serta menekan biaya yang selama ini harus ke Jakarta  dulu baru ke Manado. Dibukanya jalur ini, lanjut  Burgos,  membuka peluang kerja sama yang lebih besar lagi antara kedua kota, mulai dari sektor pariwisata, pendidikan, jasa,  perikanan, perdagangan, pertanian hingga bidang lainnya. Saat ini tercatat 12 perusahaan  Filipina yang beroperasi di Provinsi Sulawesi Utara.

Eko Hartono mengatakan,  dibukanya jalur penerbangan tersebut mendukung program pemerintah Indonesia dan Filipina. "Jelas menguntungkan kedua negara, sehingga tangkaplah peluang ini," tandasnya.  Usai rapat terbatas kemarin, Eko Hartono kembali ke Davao dengan pesawat Midsea Express bersama sejumlah warga Filipina dan perwakilan BIMP-EAGA. (tos)

Tribun Manado 19 Maret 2012 hal 1

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...