Senin, 23 April 2012

Cewek Itu Langganan Terduga Teroris

* Densus 88 Temukan Sejumlah CD Jihad

DENPASAR, TRIBUN  -  Satu dari tiga cewek pekerja seks komersial (PSK) sudah menjadi langganan terduga teroris yang tewas ditembak anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 di Denpasar, Minggu (18/3/2012) malam lalu.

Hal itu diungkapkan Gita (bukan nama sebenarnya), salah seorang cewek PSK ketika diperiksa polisi pada malam kejadian.  Gita mengaku sudah beberapa kali berkencan dengan terduga teroris di tempat yang sama yaitu Bungalo Laksmi, Sanur, Bali.  Gita dan kedua temannya diboking terduga teroris untuk kencan singkat dengan bayaran Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Namun, sebelum rencana kencan batal karena Densus 88 lebih dahulu melakukan penyergapan.

Seperti diwartakan kemarin, lima orang terduga teroris ditembak mati pasukan Densus 88 di dua lokasi berbeda di Denpasar. Dua orang ditembusi timah panas di Jalan Gunung Soputan, sebelah selatan Kota Denpasar, dan tiga  lainnya dihabisi di Bungalo Laksmi di Jalan Danau Poso, Sanur, Bali.

Pengakuan Gita menguatkan sinyalemen bahwa  para terduga teroris sudah sering masuk ke Bali dan merencanakan  aksi teror  mematikan sebagaimana dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai. 

"Terlambat sedikit saja melumpuhkan mereka, bisa dibayangkan akibat yang luar biasa," ujar Ansyaad. Menurut Ansyaad,  Bali bisa luluhlantak  karena kelompok ini merencanakan pengeboman di banyak tempat di Pulau Dewata.

Pengakuan  cewek PSK berkencan dengan terduga teroris  ditampik Mabes Polri di Jakarta. "Saya tidak menerima adanya informasi tersebut. Dari laporan yang kami terima tidak ada," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Taufik di Jakarta, Selasa (20/3).

Mabes Polri mengaku belum menemukan bukti kelima pria yang ditembak mati  itu menyewa perempuan cantik untuk berkencan. "Siapa yang bilang, nggak ada itu. Jangan dikarang-karang," jelas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/3).

Polri sampai saat ini lebih fokus kepada urusan pelaku yang melarikan diri alias buron. "Kita masih pengembangan pelaku yang kita cari. Dan kita tidak pernah mengatakan ada pertemuan dengan PSK," jelas Saud.

Bawa CD Jihad
Saud Usman Nasution menambahkan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menemukan sejumlah compact disk (CD) jihad di lokasi penyergapan dan penembakan mati lima terduga teroris di Denpasar. Polisi masih mendalami CD-CD tersebut untuk mengungkap jaringan kelompok mereka.

"CD berisi bagaimana kegiatan berjihad, anjuran-anjuran, ya banyaklah dalam rangka kegiatan jihad," kata Nasution. Selain CD, kata Saud, polisi juga menemukan sejumlah buku. Saud enggan menyebutkan buku-buktu tersebut dengan alasan penyidikan. Saud memastikan barang-barang itu menguatkan dugaan soal rencana teror para tersangka, meski dugaan awalnya mereka hanya melakukan fai (merampok dengan alasan jihad).

Saud mengatakan kelima tersangka sudah memetakan target-target operasi di Bali. Tiga tempat yang tergambar dalam denah, yakni PT Bali Money Changer di Jalan Sriwijaya, toko emas di Jalan Uluwatu, dan kafe Lavida Loca.

Kelima tersangka ditangkap saat akan merampok di toko emas dan tempat penukaran uang. Untuk kafe, belum diketahui apa rencana mereka. Polisi keburu menembak mati kelimanya di dua tempat berbeda. Tindakan itu dilakukan karena kelima tersangka melawan dengan menembaki polisi. Kelimanya, yakni HN (32) asal Bandung, AG (30) asal Jimbaran, UH alis Kapten (31) asal Jepara, DD (27) asal Bandung, dan M alias Abu Hanid (30) asal Makassar, Sulsel.

Dari dua lokasi itu, polisi menyita dua senjata jenis FN, dua magazen, puluhan peluru, dan penutup muka. Jenazah kelima terduga teroris sudah diotopsi di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta.   Keluarga mereka diundang untuk mencocokkan DNA dan menjemput jenazah, namun sampai kemarin pihak keluarga belum ke Jakarta untuk  melihat kondisi jenazah. (osi/berbagai sumber)

Tribun Manado 21 Maret 2012 hal 1

In Memoriam Valentino Luis

 Gunung Ebulobo Flores. Foto karya Valentino  Oleh: Dion DB Putra "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang ...